Polda Jateng – Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menekankan pentingnya empati, kesabaran, dan sikap humanis bagi personel saat mengawal aksi unjuk rasa.
Dalam apel kesiapan pengamanan di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (22/10/2026), Roy mengingatkan anggota agar tidak mengedepankan pangkat maupun jabatan, melainkan menunjukkan sikap sebagai pelindung dan pelayan masyarakat.
“Pakaian yang Anda pakai bukan untuk menyakiti masyarakat. Kalimat humanis yang dimaksud adalah benar-benar humanis, dengan penuh kesabaran dan disiplin,” tegas Roy.
Kapolda menekankan, anggota Polri dan masyarakat memiliki kedudukan yang sama sebagai warga negara. Karena itu, seragam tidak boleh menjadi alasan untuk bersikap arogan. Personel diminta tetap sabar menghadapi makian atau dorongan, tidak terpancing emosi, serta mengedepankan sikap defensif sesuai prosedur.
Roy menegaskan pengamanan aksi bukan soal menang atau kalah, melainkan memastikan aspirasi masyarakat dihormati. Namun, sikap humanis tidak berarti membiarkan tindakan anarkis.
“Setiap pelanggaran hukum tetap ditindak sesuai ketentuan, tanpa kekerasan di luar prosedur. Tidak boleh ada pemukulan atau penendangan terhadap orang yang sudah diamankan,” ujarnya.
Sekitar 2.900 personel gabungan dari Polda Jateng, Polrestabes Semarang, dan instansi terkait disiapkan untuk mendukung pengamanan. Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto menegaskan Polri berkomitmen mengawal penyampaian aspirasi secara profesional dan humanis.
“Polri hadir untuk melayani dan melindungi masyarakat, termasuk mengawal penyampaian aspirasi secara aman dan tertib. Kami mengajak peserta aksi menjaga situasi kondusif, menghormati hak sesama, serta tidak mudah terprovokasi,” kata Yuliyanto.











