Polda Jawa Tengah menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk memperkuat strategi mitigasi isu dan krisis komunikasi di tengah derasnya arus informasi digital. Kegiatan berlangsung di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Jumat (4/9/2026), dengan melibatkan akademisi dan tokoh media.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto memimpin kegiatan bertema “Strategi Peningkatan Kemampuan Mitigasi guna Menetralisir Pemberitaan Negatif dalam Rangka Meningkatkan Kepercayaan Publik”. Sebanyak 150 peserta hadir, terdiri dari Kasi Humas Polres jajaran, operator multimedia, serta personel PPID Satker Polda Jateng.
Dalam sambutannya, Yuliyanto menekankan pentingnya deteksi dini dan pencegahan isu sebelum berkembang menjadi krisis komunikasi maupun reputasi. “Mitigasi bukan hanya dilakukan ketika krisis sudah terjadi. Yang lebih penting adalah deteksi dan pencegahan sejak awal melalui monitoring media, analisis isu, hingga respons cepat,” ujarnya.
FGD menghadirkan dua narasumber, yakni Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Network Agus Toto Widyatmoko dan Dosen Ilmu Komunikasi Unika Soegijapranata Semarang, Samantha Elisabeth Claudia Luhukay, M.I.Kom., CPS. Agus Toto membawakan materi tentang strategi menangkal hoaks institusi, sementara Samantha menekankan pentingnya respons tepat dan berempati di tengah badai informasi.
Diskusi berlangsung aktif dengan pembahasan seputar verifikasi internal, momentum penyampaian informasi, hingga strategi komunikasi menghadapi tekanan publik. Yuliyanto berharap forum ini melahirkan rekomendasi nyata untuk memperkuat sistem monitoring, meningkatkan kecepatan respons, serta memperkuat koordinasi antar satuan kerja.
“Semoga forum ini menghasilkan gagasan yang memperkuat kemampuan jajaran dalam menghadapi potensi isu dan krisis komunikasi, sehingga Polri dapat hadir dengan komunikasi yang cepat, akurat, dan berempati,” pungkasnya.











