Polda Jateng Luncurkan Program Peduli CTEV

Polda Jateng Luncurkan Program Peduli CTEV

Share

Share

Polda Jawa Tengah meluncurkan program Polda Jateng Peduli Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) atau kelainan kaki bawaan lahir. Program ini memberikan akses penanganan gratis bagi anak-anak yang mengalami kondisi tersebut.

Peluncuran program dilakukan Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Kamis (13/8/2026).

Kapolda Jateng mengatakan, program ini bertujuan membantu anak-anak dengan kelainan kaki bawaan lahir agar mendapatkan penanganan sejak dini dan mencegah risiko kecacatan permanen.

“Seluruh Bhabinkamtibmas di wilayah Jawa Tengah nantinya menjadi ujung tombak dalam membantu menemukan anak-anak yang mengalami kelainan kaki bawaan lahir. Mereka akan berkolaborasi dengan jajaran kesehatan di daerah untuk melakukan deteksi dini, edukasi, pendampingan hingga menghubungkan pasien dengan layanan penanganan yang tersedia,” ujar Ribut.

Dalam pelaksanaannya, Polda Jateng bekerja sama dengan Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Muhammadiyah, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, tenaga medis, dan rumah sakit di Jawa Tengah. Mekanisme penemuan kasus mengadopsi pendekatan active case finding yang sebelumnya diterapkan melalui program TOSS TB, dengan memanfaatkan jaringan Bhabinkamtibmas hingga tingkat RT/RW dan dusun.

Kapolda menegaskan, para Kapolres diminta segera menindaklanjuti peluncuran program dengan memberikan pelatihan kepada Bhabinkamtibmas.

“Minggu depan para Bhabin sudah turun ke bawah. Alhamdulillah Polisi adalah salah satu organisasi yang mempunyai jaringan ke bawah cukup lengkap. Saya yakin polanya nanti segera dibakukan supaya kegiatan ini bisa terakselerasi dengan baik,” katanya.

CTEV atau Congenital Talipes Equinovarus merupakan kelainan bawaan sejak lahir yang menyebabkan posisi kaki anak tidak normal. Berdasarkan data Biddokkes Polda Jateng, terdapat sekitar 1.800 anak dengan kasus CTEV di Jawa Tengah pada 2025.

Anak yang ditemukan akan mendapatkan pemeriksaan dan dirujuk ke RS Bhayangkara maupun rumah sakit Muhammadiyah-Aisyiyah untuk penanganan gratis, termasuk sepatu khusus.

Kapolda juga mengajak masyarakat berperan aktif. “Bagi masyarakat yang mengetahui atau memiliki keluarga yang mengalami kelainan kaki bawaan lahir, silakan segera menghubungi layanan Polisi 110 atau Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing. Nanti akan kita tindak lanjuti bersama fasilitas kesehatan Muhammadiyah dan rumah sakit yang telah bekerja sama,” ucapnya.

Wakil Ketua I MPKU PP Muhammadiyah Prof Dr dr Fachmi Idris, M.Kes., mengapresiasi langkah Polda Jateng. Ia menilai pengalaman Polri dalam program TOSS TB dapat menjadi model untuk menemukan anak dengan kelainan kaki bawaan lahir secara lebih dini.

“Melalui peran Bhabinkamtibmas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, deteksi dini, edukasi, pendampingan dan rujukan diharapkan semakin diperkuat sehingga anak memperoleh penanganan sejak dini dan terhindar dari dampak kecacatan jangka panjang,” kata Fachmi.

Kapolda menambahkan, Polda Jateng terbuka memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dalam program sosial. Ia berharap program ini menjadi ikhtiar bersama membuka kesempatan lebih besar bagi anak-anak dengan kelainan kaki bawaan lahir agar dapat tumbuh dan menjalani kehidupan secara optimal.